With you, in your motherhood journey

Testimonial Ayah

Setiap bayi memiliki kisahnya sendiri. Begitu juga dengan para
Ayah. Kadang apa yang tak terpikir oleh Ibu bisa memiliki
cerita tersendiri di hati Ayah. Berikut testimonial beberapa
Ayah mengenai kehadiran buah hati mereka.

Ibu Gitta Saifuddin – van Engelen
Konsultan Perawatan Ibu & Bayi
Ibu dari 2 anak


Print this page   Email a Friend      Share on Facebook   


Para Ayah, Berbagilah bersama kami semua. Ceritakan pengalaman, kekhawatiran, atau kebahagiaan yang Anda rasakan bersama si kecil maupun bersama sang Istri ke moderator@clubnutricia.co.id dengan Subjek Email : Testimonial Ayah. Semua cerita yang masuk akan kami review terlebih dahulu sebelum kemudian kami tampilkan di halaman ini. Tunggu apa lagi, berbagilah dengan kami dari sisi para ayah.

 

Nama Ayah: Adhie Muhammad

Usia: 29 th

Judul: Lahirnya Anak Pertama Saya

 

Deg-degan rasanya saat menanti persalinan Istri. Banyak yang ingin saya ketahui, dari mulai kemiripan wajah bayi yang akan lahir kelak, kesehatannya, hingga jenis kelamin bayi. Selama ini Saya dan Istri memang tidak ingin mengetahuinya dari USG karena kami ingin menjadi kejutan saat kelahiran nanti. Karena dipenuhi perasaan yang campur aduk saat tiba-tiba Ibu mertua mengabari bahwa istri saya sudah mengalami kontraksi berdekatan, saya pun lupa pada rasa lapar siang itu. Untungnya segala sesuatu sudah dipersiapkan, dari mulai koper untuk rumah sakit dan keperluan lainnya. Sehingga saya hanya perlu mengkhawatirkan satu hal saja, yakni proses kelahiran anak saya. Yang akhirnya setelah melewati 8 jam perjuangan oleh istri saya, Saya mendapatkan semua jawaban atas pertanyaan saya. Anak saya perempuan, sehat, dan hidungnya mirip saya. Hari kelahirannya adalah hari dimana saya merasa paling beruntung sedunia.

 

Nama Ayah: Anggi Hutagalung

Usia: 32 th

Judul: Langkah pertama Rendra kecil

 

Hari itu Saya pulang dari bekerja lebih cepat dari waktu biasanya. Badan Saya sedang tidak fit, dan ingin cepat beristirahat di rumah bersama istri dan anak. Ketika sedang memarkir mobil di garasi rumah, Saya mendengar teriakan gembira si kecil yang membuatku ingin segera masuk ke dalam rumah. Saat memasuki pintu depan rumah, sambil memanggil nama Rendra, tiba-tiba dari ujung ruangan Saya melihat dia berjalan tertatih-tatih ke sini, seolah mau menyambut kedatanganku. Jantungku mau copot saat dia mencoba menghampiriku dengan langkahnya yang masih belum mantap. Dan tiba-tiba dia roboh jatuh terduduk, sementara istri Saya dari belakang juga berusaha menjaganya. Rasanya berbunga-bunga sekali bahwa Saya melihat langkah pertamanya. Badan yang sakit, langsung saja segar kembali.

 

Nama Ayah: Andi Adrian

Usia: 30 th

Judul: Kata pertamanya

 

Di hari Minggu, seperti biasa keluarga kami sedang berkumpul di ruang tamu dan bermain dengan si kecil Kayla. Anakku yang sekarang menginjak usia 9 bulan dan lagi lucu-lucunya sedang menarik perhatian semua orang dirumah. Saya memperhatikan dia sedang terbengong-bengong melihat keatas langit-langit rumah. Ketika saya tengok keatas, rupanya dia sedang memperhatikan cicak. Tiba-tiba dia melihat ke arah saya dengan tangan yang sambil menunjuk ke cicak tersebut, dan keluarlah dari mulutnya kata pertamanya “ Pa..pah.. Pa..pah”. Jantung serasa ingin berhenti mendengarnya memanggil saya ‘Papah’. Istri saya pun kaget mendengarnya. Ternyata itu memang benar benar kata pertamanya.

 

Nama Ayah: Aswin Fahrizal

Usia: 28 th

Judul: Mengantar Nara ke sekolah.

 

Hari ini adalah hari pertama anakku bersekolah di Playgroup dekat rumah. Kebetulan Istri ku ada urusan kantor yang tidak bisa ditinggalkan. Akhirnya aku menggantikan dirinya dan menemani Nara di hari pertamanya ke playgroup.

Sesampainya di sana, Aku langsung mengantarkan anakku masuk ke kelasnya. Dan sambil memberikan senyuman dan kata-kata yang menenangkan, Aku langsung membawa Nara ketempat duduk dan mendampinginya. Saat Ibu guru masuk dan memperkenalkan diri, dia melirik kearahku dan menyampaikan kata pembuka “ Selamat Pagi Ibu-Ibu… juga Bapak” sambil tersenyum kearahku. Baru Aku sadari, bahwa Aku adalah satu-satunya bapak yang ada di kelas. Saat itu juga wajahku memerah, namun saat melihat Nara tersenyum manis disebelahku, rasa malu itu hilang seketika. Tapi kejadian yang paling membuatku bangga adalah betapa Nara bisa duduk manis dan tenang ketika anak-anak lain menangis dan meminta pulang. Rasanya bangga sekali melihat Nara sudah mandiri. Kejadian pertama mengantar Nara hari itu menjadi kegiatan favorit saya tiap pagi di hari hari selanjutnya.

 

Nama Ayah: Teddy Wahyudi

Usia: 30 th

Judul: Saat Nathan kena demam.

 

Mulai musim pancaroba, Nathan juga terkena imbasnya. Sejak sore hari, Nathan terlihat lesu dan tidak bersemangat. Ketika Saya peluk, Saya suhu tubuhnya terasa lebih hangat dari biasanya. Menjelang malam, dia hanya tergeletak ditempat tidur. Tidak seperti biasanya. Saya khawatir dan mengecek suhu tubuhnya denga termometer. Panasnya mencapai 39 derajat Celcius! Langsung Saya bawa ke dokter anak terdekat. Nathan menjadi semakin rewel saat malam tiba. Dan Dokter yang memeriksa menyarankan mengambil sampel darah Nathan untuk tes demam berdarah. Mendengarnya saja lemas apalagi melihat jarum ditusuk ke lengannya. Istri saya mulai berkaca kaca, jadilah saya yang menemani Nathan diambil darahnya. Masa menunggu hasil darah adalah masa terpanjang yang pernah saya rasakan.

 

Paginya dokter menelpon saya dan mengatakan bahwa Nathan negative demam berdarah. Saya sangat bersyukur, paling tidak Nathan hanya panas biasa yang memerlukan obat penurun panas dan banyak cairan. Esoknya Nathan sudah lari lari lagi dan sepertinya lupa akan sakitnya kemarin. Namun sejak kejadian tes darah, saya dan istri langsung memastikan bahwa rumah kami bebas sarang nyamuk. Lebih baik berjaga-jaga daripada menyesal.

 

Nama Ayah: Yosef Ferdyana

Usia:   27 th

Judul: Kecerian Buah Hatiku

 

Memang tidak bisa dipungkiri, bahwa kecerian sibuah hati bisa menghilangkan segala kepenatan yang begitu semrawut di pikiran kita.

 

Setelah seharian saya bekerja, biasanya setiap hari pula saya harus menjemput istri, karena kami berdua bekerja. Alangkah indahnya mempunyai buah hati yang begitu lucu dan ceria. Entah kenapa, kedua buah hatiku tidak pernah tidur sebelum kami berdua tiba dirumah. Mungkin kami berfikir ini sudah menjadi kebasaan bagi mereka. Jika sudah mendengar suara motor saya, mereka berdua berlari menghampiriku. Dengan menggunakan bahasa balita yang begitu khas memanggil "Ayah". Secara spontan hati kecilku dan perasaan lelah pun bangkit kembali segar setelah mendengar ucapan dari mereka. Nak...!! Ayah sangat bahagia sekali mempunyai buah hati seperti kalian " I Love U"

Reykha ( 3th) & Reyvan (1,5th)  

 

 



©2009 Nutricia Indonesia. All rights reserved.