Tanggal penulisan 17/04/2009 09:25:38
CERITA PENGALAMAN MENYUSUI
Agustus 2007
Tujuh bulan kami menunggu kehamilanku. Alhamdulillah pada bulan dan tahun ini aku dipercaya mengandung anakku yang pertama. walaupun dibulan-bulan pertama sulit rasanya, tapi aku tetap menikmati hari-hariku sebagai pekerja.
7 Juni 2008
hari ini tepat perhitungan dokterku mengenai jadwal persalinan. mulai muncul tanda-tanda melahirkan. kunikmati semuanya...sakit perutnya selama 24 jam. didukung tekadku untuk melahirkan secara normal dan sangat mengharapkan IMD.
8 Juni 2008
'Ulayya Aimee Razlynn aku lahirkan pukul 13.30. Alhamdulillah doa dan harapanku terkabul. persalinanku berjalan normal dan aku menjalani IMD. alangkah bahagianya bercampur haru...walaupun ASI-ku belom keluar, aku berusaha terus memberikannya. hal yang lebih indah lagi, dimana pihak RSIA memberikan waktu 24 jam pada aku dan bayiku agar aku dapat terus menyusui.
9 Juni 2009
Sedih perasaanku...aku merasa bahagia tapi ada yang kurang karena tidak memiliki hal yang sama dengan ibu lainnya. dimana ASI-ku belum juga keluar...hancur hatiku... Alhamdulillah Suamiku selalu memberikan support dan membesarkan hati ku. tidak lupa support dilengkapi dengan susu menyusui dari Prenagen. hampir putus asa...terlebih ketika melihat 'ulayya menangis, yang ku kira ia sangat kehausan. sudah ada dibenakku untuk memeberikan formula pada bayiku. untung saja pihak RSIA dan suami tidak mudah meng'iya'kan. RSIA memberikan surat pernyataan pada aku dan suami yang membuatku berpikir panjang dan segera ku urungkan niatku.
10 Juni 2009
hari ini aku dan bayiku bisa pulang. Setelah sampai di rumah dan aku tertidur, tiba-tiba aku terbangun dan merasakan air susu yang merembas banyak sekali ke bajuku. Rasa Syukur dengan sangat...segera aku berikan ASI ku yang sedang melimpah ini. kurasakan betapa 'ulayya menikmatinya.
11 Juni - 7 September 2008
Selama cuti 3 bulan aku merawatnya sendiri. kunikmati semua ini. Alhamdulillah ASI ku terus melimpah sehingga mencukupi kebutuhan 'ulayya. mulai pertengahan agustus aku mulai perah ASI ku untuk stok ketika masuk kerja nanti. Aku pilih cara perah ku dengan tangan, karena selain lebih hemat, aku hanya perlu mencuci tangan, dan aku lebih dapat merasakan kelenjar ASI yang masih belum keluar, agar nantinya tidak tersumbat serta dapat sambil memijat payudaraku.
8 September 2008
Hari pertamaku masuk kerja, berat rasanya meninggalkan gadis kecilku. sedikit tenang karena stok ASI ku banyak.
26 Oktober 2008
Aku tugas kerja ke Cirebon, demi 'Ulayya aku tempuh pulang pergi (PP). karena waktu kerja yang singkat dan terpaku dengan jadwal Kereta Api maka aku tidak punya pilihan lain untuk memerah ASI ku di toilet Kereta Api. karena jika tidak ku perah ASI ku akan banyak merembes keluar dan aku akan meriang menahan rasa sakitnya. rasa kwatir sempat ada di pikiranku, takut ASI ku yang kuperah dengan tangan (tidak pakai pompa) tercemar bakteri. tapi tidak ada pilihan lain. Alhamdulillah 'Ulayya tidak mengalami perubahan setelah ASI itu diberikan. Huh...Syukur Alhamdulillah. pekerjaan selesai...tugas sebagai ibu juga selesai.
16 April 2009
Hari ini 'Ulayya masih ASI.
Baca cerita
posted in
Breastfeeding is best
|
0 Komentar