With you, in your motherhood journey

Cerita Ibu

Being a mom
 

Setiap bayi berbeda dan begitu pula pengalaman dalam mengurusnya. Bagilah pengalaman Ibu dan bacalah tentang pengalaman para ibu lainnya.

Submit your story

Log in or register to submit your story


DI SAAT KITA TIDAK MENGENALI ANAK KITA SEPENUHNYA

Tanggal penulisan 04/01/2012 10:58:46

Sharing pengalaman pribadi saya dan teman-teman, kadang kala kita merasa tidak mengenali anak kiita sepenuhnya. Ketika si kecil tidak mau belajar menulis, kekesalan memuncak dan akhirnya anak akan terkena hukuman. Hukuman yang mereka jalani, entah fisik atau kata-kata kasar, yang tentunya tidak disengaja yang diakibatkan oleh rasa kekesalan kita yang memuncak, membuat si kecil merasa sedih - tentunya, dan ada satu lagi yang tidak kita sadari. kita telah melakukan kekerasan kepada si anak.

"Nak, kamu bodoh sekali sihhhh menulis huruf A saja tidak bisa-bisa, ah payah kamu. Mama tidak mau belajar bersama kamu lagi."

"Semua teman kamu bisa, kalau kamu tidak bisa-bisa, Mama akan jewer kamu."

Di lain pihak, tahu tidak sih ternyata anak itu memang seperti itu sejak lahir? Kemampuan alami yang anak kita miliki, kelemahan dan kelebihan nya, baik dan buruk anak itu, ternyata tidak semuanya kita tahu.

Untuk kasus di atas, motorik halus anak itu kurang begitu baik. Kemampuan tersebut memang sudah lemah secara alami, dan kita pun dapat mengetahui apakah kemampuan tersebut masih dapat dikembangkan atau tidak.

Kuncinya hanya satu, kesabaran. Untuk anak seperti itu, kiita hanya bisa mengulang, mengulang, dan mengulang lagi, menambah alat-alat yang dapat membuatnya lebih baik lagi, seperti pencil yang dikhususkan untuk anak yang baru mulai belakar menulis, dll.

Pasti banyak yang bertanya-tanya, kok bisa tahu sih??

Zaman sekarang sudah canggih, dan ada yang namanya alat yang telah dipatenkan di Amerika dan mencapai keakuratan sampai 90%. Wonderful Minds Indonesia, dengan bangga mempersembahkannya kepada Anda di Indonesia.

Dengan tes sidik jari, Anda dapat mengetahui potensi, kelebihan, kelemahan, sampai ke Multiple Intelligence. Untuk info lebih lanjut hubungi (021) 502 64438 atau datang langsung ke kantor kami di Jl. Gedong Panjang No. 51 JAKARTA.

posted in Being a mom  |  0 Komentar

anak-anakku yg sehat

Tanggal penulisan 14/12/2011 20:29:11

hallo..aku niluh ibu dari amanda(5,5) dan adwithya(1,5).sampai saat ini amanda minum susu nutrilon royal 4,pernah aku beralih ke susu lain untuk amanda karena aku pikir amanda sudah mulai gede ternyata dia jadi gampang sakit,setelah beralih kembali ke Nutrilon,astungkara... anak-anakku sehat-sehat saja.aku percayakan gizi anakku pada Susu Nutrilon Royal.

posted in Being a mom  |  0 Komentar

new mom

Tanggal penulisan 11/12/2011 19:48:04

hiii bunda salam kenal yah,..saya ibu dr Aida(15bln) mo share aja,.. bahagia sekali meliat perkembangan putriq dr hari ke hari,..ada saja tingkah lucu dan kepintarannya alhmdlh putriq termasuk anak yg aktiv,..walopun saya ibu bekerja saya tetap berusaha memaksimalkan waktu bersama AIda apalagi klo pas weekend sabtu-minggu wah,..ada saja yg kami lakukan berdua,..bisa dengerin musik anak sambil joged2,bacain buku cerita,jalan2 dll,... sehari-hari putriq dirumah sama mbah uti+mbah kakungnya ada dan tiap hari saya slalu menyiapkan menu makannya dr pagi sampe sore+cemilan sebelum brangkat kerja,..klo dikantor slalu telp utk ngecek aida di rumah,.. kadang klo pas maemnya lg agak susah,..saya suka pengen emosi tp alhmdlh bisa berusaha utk sabar+memahami Aida,..paling sambil jalan2 baru smangat maemnya.,...belum beres2 mainannya hmm,..tp saya berusaha utk dikit2 ngajarin Aida beresin mainannya sendiri+milih bajunya yg mo dipake,..pokoknya menyenangkan

posted in Being a mom  |  0 Komentar

Bunda Aku Rindu

Tanggal penulisan 01/12/2011 12:18:47

Saya seorang bunda dg bayi laki-laki usia 8 bulan, namanya Qutby. Semua tumbuh kembangnya saya pantau dg baik. Bahkan saya terkesan protektif. Setiap hari saya bekerja dari jam 8 sampai jam 5 sore. Otomatis harus meninggalkan Qutby. Dia saya titipkan kepada tetangga depan rumah yg insya Allah orang baik dan telaten merawatnya. Yang membuat saya haru, setiap saya pulang kantor dan ingin sejenak merebahkan badan, Qutby selalu merangkak ke atas badan saya. Seakan ingin dipeluk. Begitupun jika saya tinggal mandi, dia selalu merangkak mengejar langkah saya dan menangis jika ditinggal. Sedangkan jika ada saya, maka dia tidak mau digendong Ayahnya. Kesannya, dia "balas dendam" sudah saya tinggal seharian bahkan kadang ada lembur di hari libur.
Begitupun jika malam, Qutby sering mengigau dan minta dielus sampai tidur. Saya lepaskan elusan saya sebentar saja dia pasti akan terbangun lagi. Saat dia tidur, saya sering memandangnya lekat dan lama. Menelusuri setiap senti wajahnya. Seakan saya harus menghafal secara detail wajahnya untuk me-recharge rasa lelah saya setelah seharian bejibun dg kerjaan kantor.
Bagiku, Qutby adalah anugerah terindah dalam hidup. Membuat yg tidak mungkin menjadi mungkin. Membuat yg susah menjadi mudah, bahkan menyulapku menjadi seorang wanita yg lebih teliti dan mampu.
Qutby, I love you honey....

posted in Being a mom  |  3 Komentar

Apakah Saya Ibu yang Baik ?

Tanggal penulisan 29/10/2011 14:26:09

Salam kenal para bunda. aku mau sharing pengalaman dan apa yg kurasakan setelah punya baby
Aku adalah seorang ibu dari 2 orang putra, yg pertama berusia 4tahun2bulan, yg kedua berusia 3bulan.
Aku dan suami berasal dari keluarga kecil sederhana, dgn kondisi ekonomi yg pas-pasan, krn itu kami berdua hrs bekerja.
Singkat cerita 9bulan setelah menikah , aku pun hamil anak pertama, kehamilan ini membawa kebahagiaan sekaligus kekhawatiran,
Bahagia krn akan punya bayi. khawatir krn secara financial kami blm siap.
Seiring berjalannya waktu , kehamilan makin mendekati waktu bersalin, dan kami blm ketemu solusi mengenai gimana nanti dgn si kecil, apa sy hrs berhenti bekerja untuk mengasuh si kecil, sementara penghasilan suami tdk cukup untuk kebutuhan keluarga, krn kami juga baru saja mencicil sebuah rumah sederhana,
Akhirnya dari keluargaku memberi jalan keluar, si kecil di rawat sama mamaku di kampung, dgn berat hati kamipun setuju, dgn pertimbangan setelah setahun kami akan merawat sendiri, krn saat bayi masih terlalu riskan untuk di percayakan sama pembantu/ pengasuh. Aku pulang untuk melahirkan di sana,
Setelah melahirkan, bayiku baru berumur 1bulan 2minggu, sy sdh hrs meninggalkannya, krn suamiku di bogor sedang jatuh sakit, sampe hrs di rawat beberapa hari di rumah sakit.
Rasanya sedih sekali, hatiku rasanya hancur. Apalagi niatku untuk memberikan ASI tdk berhasil, krn sejak melahirkan produksi ASIku sangat sedikit, dan lama baru keluar, krn itu bayiku hrs minum sufor sejak lahir. Saat ASIku keluar, bayiku tdk mau menyusu, udh diusahakan tetep ngk mau, di peras di botol hasilnya sedikit sekali, lama kelamaan tdk keluar sama sekali.
Setelah sy kembali ke rumah, hari-hari kulewati dgn bersedih, menangis, tiap saat ingat si kecil, air mata langsung jatuh. saya kembali bekerja, di tambah mengurus suami yg masih dalam masa pemulihan, kadang rasanya sudah ngk tahan, pengen teriak, nangis , tdk ada yg bisa mengerti beban di hati. Berat badan turun drastis, kalo orang lain banyak yg mengalami masalah dgn berat badan setelah melahirkan, tdk demikian dgn aku, beratku turun dgn cepat dlm waktu 3bulan turun 23kilo, lebih banyak berat yg naik selama hamil,
selama hamil BB naik 19kg.
Orang-orang di sekelilingku seakan-akan menghakimi aku , kalo ada adalah ibu yg tega, kok bisa tahan jauh / berpisah sama anak .
Saya cuma bisa tersenyum, seandainya mereka tau apa yg saya rasakan, situasi yg membuat sy hrs memilih jalan seperti itu.
singkat cerita, 7 bulan berlalu, kami berencana ingin melihat sikceil, berangkatlah kami, dlm perjalanan saya tak henti-hentinya membayangkan , gimana nanti tingkah si kecilku.
Ternyata bunda, bayi kecilku tdk mengenali aku ibunya, bahkan sewaktu aku ingin mendekati dan mengendongnya, dia menangis sekencang-kencangnya, saya coba gendong, dia meronta, sambil tangannya mengapai ke arah neneknya ( mama saya ), saat itu hati saya sedih sekali, ingin nangis, cuma terpaksa aku tahan. Orang tuaku menghibur aku, katanya " bersabar aja. butuh waktu untuk proses pengenalan" , aku tinggal di sana sampai 10 hari, tetap bayiku asing dgn kami orangtuanya.
Kamipun pulang ke bogor dgn perasaan sedih. Setahun berjalan, anakku makin sulit lepas dari omanya, di tambah lagi omanya juga sangat sayang sama anakku, maklum cucu pertama, akhirnya seiring berjalan waktu kami makin sulit untuk mengambil anakku krn anakku selalu mau dgn omanya,
karena kondisi seperti itu, akhirnya saya dan suami kepingin punya anak lagi, dgn tekad kali ini kami akan mengasuh di rumah aja.
Akhirnya aku hamil anak kedua, sejak kehamilan sdh di rencanakan kalo sdh lahir , kami akan mengambil pembantu dan untuk mengatasi rasa was-was krn di tinggal sama pembantu, adik perempuan suamku akan datang dari kampung untuk tinggal bersama kami membantu mengawasi anak kami.Kebetulan adik suamiku baru juga lulus.
Setelah aku melahirkan, ternyata kenyataan tdk sesuai seperti yg di rencanakan, Mencari pembantu sangat sulit, sdh gonta-ganti , trus di tambah adik iparku tdk jadi datang, dia berubah pikiran di saat-saat terakhir, bahkan saat itu tiket udh di tangan, Bayangkan rasanya, ingin marah, nangis, kecewa campur aduk.
dan Skrg ini saya kembali menghadapi dilema. Apa kami kembali hrs menitiplan di si kecil sama orangtua, dgn konsekuensi merasakan kesedihan kembali dan sakit hati yg berkepanjangan, ataukan sebaiknya sy berhenti bekerja saya, hanya saja, itu juga jadi beban pikiran aku, apalagi anak pertamaku sdh akan masuk sekolah yg berarti biayanya makin bertambah.
saya bener-bener bingung, dan merasa saya bukan ibu yg baik, Tdk bisa menjaga dan menemani anak saya. Smua first momen dia terlewati tanpa kehadiranku. Apa yg harus kulakukan....

posted in Being a mom  |  1 Komentar


 
Siapa
yang online?
 
 
©2009 Nutricia Indonesia. All rights reserved.