Sharing pengalaman pribadi saya dan teman-teman, kadang kala kita merasa tidak mengenali anak kiita sepenuhnya. Ketika si kecil tidak mau belajar menulis, kekesalan memuncak dan akhirnya anak akan terkena hukuman. Hukuman yang mereka jalani, entah fisik atau kata-kata kasar, yang tentunya tidak disengaja yang diakibatkan oleh rasa kekesalan kita yang memuncak, membuat si kecil merasa sedih - tentunya, dan ada satu lagi yang tidak kita sadari. kita telah melakukan kekerasan kepada si anak.
"Nak, kamu bodoh sekali sihhhh menulis huruf A saja tidak bisa-bisa, ah payah kamu. Mama tidak mau belajar bersama kamu lagi."
"Semua teman kamu bisa, kalau kamu tidak bisa-bisa, Mama akan jewer kamu."
Di lain pihak, tahu tidak sih ternyata anak itu memang seperti itu sejak lahir? Kemampuan alami yang anak kita miliki, kelemahan dan kelebihan nya, baik dan buruk anak itu, ternyata tidak semuanya kita tahu.
Untuk kasus di atas, motorik halus anak itu kurang begitu baik. Kemampuan tersebut memang sudah lemah secara alami, dan kita pun dapat mengetahui apakah kemampuan tersebut masih dapat dikembangkan atau tidak.
Kuncinya hanya satu, kesabaran. Untuk anak seperti itu, kiita hanya bisa mengulang, mengulang, dan mengulang lagi, menambah alat-alat yang dapat membuatnya lebih baik lagi, seperti pencil yang dikhususkan untuk anak yang baru mulai belakar menulis, dll.
Pasti banyak yang bertanya-tanya, kok bisa tahu sih??
Zaman sekarang sudah canggih, dan ada yang namanya alat yang telah dipatenkan di Amerika dan mencapai keakuratan sampai 90%. Wonderful Minds Indonesia, dengan bangga mempersembahkannya kepada Anda di Indonesia.
Dengan tes sidik jari, Anda dapat mengetahui potensi, kelebihan, kelemahan, sampai ke Multiple Intelligence. Untuk info lebih lanjut hubungi (021) 502 64438 atau datang langsung ke kantor kami di Jl. Gedong Panjang No. 51 JAKARTA.