With you, in your motherhood journey

Kembali Bekerja

Semua ini mungkin terjadi karena Ibu telah membangun ikatan emosi dengan si kecil dalam 3 bulan pertama Ibu dirumah. Bila Ibu masih khawatir, tanyakan pada kami melalui email atau Live Chat,
kami dengan senang membantu.

Ibu Gitta Saifuddin – van Engelen
Konsultan Perawatan Ibu & Bayi
Ibu dari 2 anak


Print this page   Email a Friend      Share on Facebook   

 

Agar Ibu Bekerja Tetap Dekat dengan Anak di Rumah


Biaya hidup yang semakin tinggi akhir-akhir ini, mendorong banyak pasangan orang tua yang bekerja untuk memnuhi kebutuhan keluarga. Peran Ibu di rumah, kini digantikannoleh pengasuh. Akibatnya, anak cenderung lebih dekat dengan pengasuh daripada dengan ibu kandungnya.


Cuek, menangis saat digendong, tak mau diajak bermain, selalu mencari pengasuh saat sedih atau menangis adalah beberapa contoh sikap balita yang tidak dekat dengan ibu kandungnya. Sebenarnya hal ini tidak perlu terjadi bila Ibu memiliki kualitas kedekatan yang baik dengan buah hatinya.


Ada banyak cara yang bisa dilakukan ibu yang bekerja agar tetap dekat dengan si anak, antara lain:


1. Sempatkan memandikan anak di pagi hari sebelum berangkat kerja. Selain menjalin kedekatan, anakpun akan terbiasa bangun pagi sedari balita.


2. Bila jarak kantor tidak terlalu jauh dan masih ada waktu luang, ada baiknya jika Anda membiasakan sarapan bersama di meja makan. Dengan begitu, Anda masih sempat menyuapi dan bercengkrama dengan balita di rumah.


3. Di sela-sela waktu luang di kantor, cobalah sesekali menelponnya di rumah. Walaupun ia masih menggunakan bahasa bayi, setidaknya dapat bercakap-cakap dan membuatnya mengenali suara Anda. Disamping itu, Anda pun bisa memantau keadaannya di rumah.


4. Sepulang kerja, cobalah untuk sekadar menggendong atau mengajaknya bermain. Jangan pernah gengsi bertingkah manja atau berakting sebagai teman bermainnya. Biasanya anak-anak lebih suka pada orang tua yang mau memahami dunia mereka.


5. Jangan pernah pelit memberi pujian pada anak yang sudah berkelakuan baik. Terlalu banyak larangan, malah membuat mereka tidak lagi bisa membedakan mana yang berbahaya dan mana yang tidak disukai oleh orang tuanya.


6. Mengantarnya tidur sambil membacakan dongeng merupakan proses pendekatan yang paling disukai anak. Selain itu, mendongengkan anak juga berperan dalam proses perkembangan kognitif anak, terutama daya imajinasinya.


7. Jika sampai di rumah sudah terlalu larut, sempatkan mampir ke kamarnya untuk sekadar memeluk dan menciumnya.


8. Di akhir minggu, sekadar mengantar sekolah dan menungguinya selama beberapa saat akan membuat anak merasa bangga dan lebih dekat dengan orang tuanya.


9. Bersama-sama melakukan permainan yang disukai anak seperti bersepeda, berenang, bermain pistol air, atau sekadar bersenda gurau akan meningkatkan keintiman orang tua dan anak.


 



©2009 Nutricia Indonesia. All rights reserved.