With you, in your motherhood journey

Bagaimana kalau saya harus diinduksi?

Umumnya persalinan alami akan terjadi antara  37 sampai 41 minggu.  Kalau bayi Ibu  tidak lahir meski batas waktu telah lewat, sebaiknya  diinduksi.  Bagian ini akan menjelaskan lebih jauh tentang proses induksi.

dr. Kartiwa Hadi Nuryanto, Sp.OG
Konsultan ObGyn
Ayah dari 2 anak


Print this page   Email a Friend      Share on Facebook   

Mengapa Ibu mungkin perlu induksi ?

Ada beberapa alasan mengapa diinduksi:

  • Ketuban Ibu mungkin sudah pecah tetapi belum ada kontraksi

  • Mungkin ada komplikasi dengan kehamilan Ibu  dan bayi Ibu  harus dilahirkan segera.

  • Mungkin  tanggal persalinan sudah lewat terlalu lama.



Apa yang Terjadi Sewaktu Ibu  Diinduksi?

Dokter Ibu  dapat menginduksi proses kelahiran bayi dengan beberapa cara. Untuk mengurangi perasaan tidak nyaman atau sakit, lakukan latihan pernafasan yang akan membantu mengatasinya.

Proses induksi bisa berlangsung cukup cepat tapi bisa juga butuh waktu satu dua hari barulah terjadi proses melahirkan. Catatan di bawah ini akan menjelaskan lebih jauh lagi tentang cara-cara induksi :

Jangkauan selaput (Membrane sweep) – Cara ini sangat mirip dengan pemeriksaan dalam. Bidan atau dokter Ibu  akan merentangkan mulut rahim dengan jari agar proses kelahiran terjadi. Jika berhasil, proses kelahiran bisa terjadi dalam 24-48 jam. Tapi jangan panik bila tidak berhasil. Karena dokter atau bidan pasti akan membantu yang terbaik.

Memecah ketuban – ketuban Ibu  dipecah dengan alat menyerupai jarum rajut untuk mendorong kontraksi.

Prostaglandin – Hormon yang menstimulasi proses kelahiran. Dapat digunakan sebagai jeli atau semacam spiral yang diletakkan di leher mulut rahim.

Oksitosin – Biasanya dimasukkan lewat selang infus.   Hormon ini dapat mendorong terjadinya beberapa kontraksi yang kuat. Biasanya dilakukan bersama dengan pemecahan ketuban Ibu .



©2009 Nutricia Indonesia. All rights reserved.