With you, in your motherhood journey

Berpergian saat hamil

Hamil bukan halangan untuk bisa pergi liburan dengan nyaman bersama suami. Tapi apa yang harus disiapkan untuk pergi berlibur, tentu sedikit berbeda dengan saat sebelum hamil. Terutama pilihan kendaraan yang akan digunakan.

dr. Kartiwa Hadi Nuryanto, Sp.OG
Konsultan ObGyn
Ayah dari 2 anak


Print this page   Email a Friend      Share on Facebook   

Ke luar negeri?

Asuransi Perjalanan

Asuransi perjalanan penting dimiliki saat Ibu akan bepergian. Pastikan asuransi ini melindungi kehamilan dan bayi Ibu.

Perjalanan laut dan udara

Sebelum memesan tiket, tanyakan pada dokter soal keamanan Ibu menggunakan pesawat terbang. Apalagi jika Ibu berencana pulang saat usia kehamilan 28-32 minggu. Umumnya maskapai penerbangan akan meminta surat keterangan dokter yang menyatakan Ibu diperbolehkan terbang. Tiap masakapai penerbangan punya kebijakan berbeda. Jadi, jangan lupa mencari informasi sebelum memutuskan bepergian.

Saat terbang

Naik pesawat udara saat hamil bisa meningkatkan trombosit vena. Tapi jangan panik, tips berikut mungkin bisa membantu:

  • Siap-siap membawa kaus kaki saat bepergian atau pastikan maskapai penerbangan yang Ibu gunakan menyediakan kaus kaki. Kaus kaki berguna untuk mengurangi kemungkinan terjadinya peningkatan trombosit vena atau DVT (Deep Venous Thrombosit).

  • Minum banyak air putih untuk mencegah dehidrasi. Hindari meminum kopi dan teh.

  • Sempatkan berjalan-jalanlah disepanjang lorong setiap jam agar sirkulasi darah tetap baik. Tapi tetap berpegangan untuk menjaga keseimbangan dan tidak jatuh.

  • Gerakkan  kaki Ibu ke atas dan ke bawah sesering mungkin selama dalam perjalanan.


Untuk mencegah kemungkinan mual dalam perjalanan, coba makan permen jahe dan banyak istirahat. Relaksasi selama perjalanan juga akan membuat tubuh Ibu nyaman.

Sampai di tempat berlibur

Setelah sampai di tujuan. Ibu pasti tak sabar lagi untuk keluar menikmati suasana tempat berlibur.

Sbelum lupa, sempatkan juga memeriksa kembali hal-hal berikut:

  • Catatan medis serta polis asuransi.

  • Daftar nama dan nomor telepon orang-orang yang dapat dihubungi dalam keadaan darurat, seperti nomor telepon dokter.

  • Daftar lokasi rumah sakit terdekat. Ibu bisa memperolehnya dari kedutaan besar lokal, biro perjalanan atau hotel tempat Ibu menginap.

  • Kaca mata hitam dan Sun Block  yang akan menghindari Ibu dari terik matahari. Hindari berada di bawah terik matahari dalam jangka waktu yang lama, karena kulit Ibu lebih sensitif saat  hamil.

  • Hindari obat anti nyamuk yang mengandung zat kimia. Ganti dengan minyak serai atau gunakan kelambu.

  • Hindari mengemudi kendaraan dan melakukan olah raga air.

Sabuk Pengaman saat hamil?

Penelitian membuktikan bahwa sabuk pengaman aman untuk Ibu saat hamil. Pastikan sabuk terpasang di bawah perut melewati panggul. Sabuk bagian atas harus berada di atas perut dan menyilang di depan payudara Ibu.

Bagaimana dengan kantung udara mobil?

Kantung udara di mobil juga aman untuk Ibu hamil. Tapi Ibu perlu menggeser kursi ke belakang menjauhi dasboard atau stir mobil. Ini menghindari himpitan pada perut.




©2009 Nutricia Indonesia. All rights reserved.